Diskominfo, Lampung Barat — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat mulai mematangkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah memastikan perayaan tetap berlangsung semarak dengan melibatkan masyarakat, komunitas, hingga pelaku UMKM.

Komitmen tersebut terbentuk dalam rapat persiapan yang dipimpin langsung Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, di kediamannya di Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Rabu (29/7).

Rapat dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kepala puskesmas, peratin, kepala sekolah, pengurus APDESI, serta komunitas olahraga yang berkolaborasi dengan KONI Lampung Barat dan pegiat kopi.

Satu agenda yang mendapat perhatian adalah penyelenggaraan Fun Run perdana di Lampung Barat dengan target 500 peserta.

Kegiatan ini diharapkan menjadi daya tarik baru sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam memeriahkan peringatan HUT RI.

Selain Fun Run, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai kegiatan lain, seperti Coffee Camp, senam sehat, nyambai bersama, hiburan rakyat, pawai karnaval, perlombaan tradisional termasuk lomba gaple, hingga pelayanan kesehatan gratis yang mendukung berjalannya kegiatan.

Bupati Parosil menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat masyarakat dalam merayakan hari bersejarah bagi bangsa dan daerah.

“Yang paling penting adalah bagaimana HUT RI dan HUT Kabupaten Lampung Barat tetap semarak meski di tengah efisiensi anggaran,” kata Parosil.

Menurut dia, seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya berorientasi pada kemeriahan, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Bagaimana caranya setiap rangkaian kegiatan yang ada bisa mengangkat dan menggerakkan pelaku UMKM,” ujarnya.

Selain itu, Parosil mengingatkan seluruh camat dan peratin agar aktif mengajak masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih selama peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Menurutnya, aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan masyarakat agar turut memeriahkan peringatan kemerdekaan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

“Saya minta camat dan peratin, HUT RI sampaikan ke masyarakat jangan sampai tidak pasang bendera. Siapa yang akan mengingatkan, siapa? Ya kita sebagai aparat,” pintanya.

Parosil juga menginstruksikan seluruh peratin bersama masyarakat untuk mulai melakukan gotong royong membersihkan dan menata lingkungan, termasuk lokasi yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan.

“Saya minta para peratin mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik dan nyaman,” tegasnya.