Diskominfo, Lampung Barat — Minggu pagi di Loss Jalur II Pemda (Lospem) Lampung Barat bukan lagi sekadar waktu untuk berolahraga.

Sejak pagi, kawasan yang akrab disebut Lospem itu berubah menjadi ruang berkumpul warga sekaligus lapak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aneka makanan dan minuman dijajakan di sana.

Pengunjung datang dengan beragam tujuan: bersepeda, berjalan santai, mengajak anak bermain, berburu kuliner, atau sekadar menikmati suasana pagi di bawah rindangnya pepohonan.

Lokasinya memang cukup mendukung. Lospem berada berdampingan dengan Lapangan Indrapati Cakranegara dan berseberangan dengan Kantor Bupati Lampung Barat.

 

Penataan kawasan yang rapi membuat tempat ini terasa cocok untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Pemandangan itu terlihat pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, sehari sebelum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama istrinya, Partinia Mabsus, menyambangi kawasan tersebut. Parosil melihat langsung aktivitas warga yang tengah menikmati hari libur.

Ada yang mengayuh sepeda, berjalan santai, hingga anak-anak yang asyik bermain bola. Di sela kunjungan itu, Parosil juga menyempatkan berbincang dengan sejumlah pedagang UMKM.

 

Obrolan yang awalnya santai kemudian memunculkan satu usulan: bagaimana membuat Lospem semakin ramai?

Seorang pedagang mengatakan, aktivitas jual beli di kawasan itu sebenarnya sudah cukup ramai setiap Minggu pagi. Namun, menurut dia, suasana bisa dibuat lebih hidup dengan tambahan hiburan.

“Ini Pacik, kalau ada hiburan di sini, mungkin musik gitu, Pacik. Kalau ada hiburan jadi tiap Minggu biar tambah ramai,” ujar pedagang tersebut sembari menyiapkan dagangannya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan hiburan sederhana seperti pertunjukan musik atau tari-tarian. Bukan hanya untuk menghibur pengunjung, tetapi juga membuat warga semakin betah dan pedagang mendapatkan lebih banyak pembeli.

Parosil merespons usulan itu dengan satu pertanyaan: apakah para pedagang juga siap berpartisipasi?

“Mau, Pak. Biar ramai maksudnya. Ada musik, ada tari-tarian, yang jelas hiburan,” jawab pedagang itu.

Parosil kemudian melihat peluang yang lebih besar. Menurut dia, kegiatan di Lospem tidak harus berhenti pada hiburan.

Agenda mingguan juga bisa dikemas dalam bentuk perlombaan agar semakin banyak warga datang.

“Nah benar, kalau memang bisa setiap Minggu harus ada lomba. Supaya banyak pengunjung datang. Ini masukan berharga, terima kasih,” kata Parosil.

Ia juga membuka kemungkinan agar kegiatan tersebut dikelola melalui perangkat daerah terkait, dengan tetap melibatkan para pedagang sebagai bagian dari penggeraknya.

“Kalau ada partisipasinya dari pedagang, nanti bisa kita adakan di bawah naungan Dinas Koperindag atau di bawah Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Parosil didampingi Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial dan sejumlah perangkat daerah.

Dialog singkat antara pedagang dan kepala daerah tersebut menunjukkan satu hal: keramaian sebuah ruang publik tidak hanya soal tempat, tetapi juga bagaimana aktivitas di dalamnya terus dibuat hidup.

Bagi pelaku UMKM, semakin banyak warga datang berarti semakin besar pula peluang dagangan mereka terjual.

Tentu harapannya, jika dikemas secara rutin dengan hiburan, olahraga, maupun kegiatan keluarga, Lospem berpotensi menjadi salah satu ruang penggerak ekonomi masyarakat dan menumbuhkan roda UMKM di Kabupaten Lampung Barat.