• 0728-21345
  • 18 Sep 20 16:50 PM

PEREKONOMIAN

TINJAUAN EKONOMI KEBAPUTEN LAMPUNG BARAT

kondisi geografis lampung barat yang terdiri dari pengunungan dan perbukitan menjadi kabupaten memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa melimpah.mulai dai produk hasil pertanian,perkebunan,dan perikanan sampai dengan pemandangan alamnya yang mempesona.sumber daya alam ini jika dikelola dengan baik akan sangat potensi sebagai komoditi dagang yang menarik,disamping potensi wisata yang juga tak kalah menjanjikan.sarana pertumbuhanekonomi lampung barat akan dicapai melalui peningkatan ketahanan pangan daerah yang berkelanjut dengan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan serta penanganan bencana yang ramah lingkungan,pengembangan pariwisata,perdagangan dan insdustri kecil menengah berbasis teknologi informatika sebagai lokomotif daerah dan peningkatan tata kelola pemerintah yang bersih dan baik dalam upaya reformasi birokrasi serta peningkatan keamanan daerah.

Nilai PDRB (Produk domestik regional bruto) kabupaten lampung barat atas dasar dasar harga berlaku pada tahun 2017 mencapai 6,15 triliun rupiah.secara nominal,nilai PDRB ini mengalami kenaikan sebesar 0,52 triliun dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai 5, 63 triliun rupiah.naiknya nilai PDRB ini dipengaruhi oleh meningklatnya produksi diseluruh lapangan usaha dan adanya inflasi.

berdasarkan harga konstan 2010,angka PDRB juga mengalami kenaikan,dari 4,29 triliun rupiah pada tahun 2016 menjadi 4,51 triliun rupiah pada tahun 2017.hal ini menunjukan selama tahun 2017 lampung barat menglami pertumbuhan ekonomi sekitar 5,03 persen lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya kenaikan PDRB ini murni disebabkan oleh meningkatnya produksi diseluruh lapang usaha tidak dipengaruhi inflasi.

 

STRUKTUR EKONOMI 

besarnya peranan berbagai lapangan usaha ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa sangat menentukan struktur ekonomi suatu daerah.struktur ekonomi yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh setiap lapangan usaha menggambarkan seberapa besar ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari setiap lapang usaha.

selama lima tahun terakhir (2013 - 2017) struktur perekonomian Lampung Barat didominasi oleh 3 (tiga) kategori lapangan usaha, diantaranya: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan wajib. hal ini dapat dilihat dari peranan masing masing lapangan usaha terhadap pembentukan PDRB Lampung Barat.

peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Lampung Barat pada tahun 2017 dihasilkan oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, yaitu mencapai 50,28 persen (angka ini menurun dari 53,96 persen ditahun 2013). selanjutnya lapangan usaha perdagangan besar dan ecer, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 11,89 persen ( naik dari 11,52 persen ditahun 2013 ) di susul oleh lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib 6,36 persen ( naik dari 6,01 persen ditahun 2013 )

 

PERTUMBUHAN EKONOMI

pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indicator makro untuk melihat kinerja perekonomian secara riil disuatu wilayah. laju pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan perubahan PDRB atas dasar harga konstan tahun yang bersangkutan terhadap tahun sebelumnya. pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai pertambahan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua lapangan usaha kegiatan ekonomi yang ada di suatu wilayah selama kurun waktu satu tahun. 

berdasarkan harga konstan 2010, nilai PDRB Lampung Barat pada tahun 2017 meningkat. peningkatan tersebut dipengaruhi oleh oleh meningkatnya produksi diseluruh lapangan usaha yang sudah bebas dari pengaruh inflasi. nilain PDRB Lampung Barat atas dasar harga konstan 2010, mencapai 4,50 triliun rupiah. angka tersebut naik dari 4,29 triliun rupiah pada tahun 2016. hal tersebut menunjukan bahwa selama tahun 2017 terjadi pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya mencapai 5,01 persen.

pertumbuhan ekonomi selama 2017 dipercepat oleh adanya investasi dan perbaikan kinerja ekspor luar negri,  investasi yang dimaksud utamanya adalah pembangunan proyek proyek infranstruktur seperti perbaikan jalan suoh, perbaikan saluran irigasi maupun jalan raya.

pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha perdagangan listrik dan gas yaitu sebesar 25,41 persen. salah satu penyebabnya adalah kenaikan tarif dasar listrik yang mulai berlaku pada pertengahan bulan juni 2017.  dari 17 lapangan usaha ekonomi yang ada,  seluruhnya mengalami pertumbuhan yang positif. empat lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif sebesar sepuluh hingga lima belas persen. sedangkan dua belas lapangan usaha lainnya berturut turut tercatat mengalami pertumbuhan positif namun lebih renda, yaitu kurang dari sepuluh persen.

empat lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif sebesar sepuluh hingga lima belas persen tersebut antara lan: lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 14,36 persen, lapangan usaha konstruksi 11,38 persen, pertambangan dan penggalian 10,76 persen dan lapangan jasa lainnya sebesar 10,56 persen.

sedangkan dua belas lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif kurang dari sepuluh persen adalah lapangan usaha industri pengelolaan 9,13 persen, lapangan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,36 persen, lapangan usaha real estate sebesar 7,86 persen,  jasa pendidikan sebesar 7,51 persen, lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 7,01 persen lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 6,88, persen lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 6,64 persen.

lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 6,06 persen, lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 5,62 persen, lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan social sebesar 4,71 persen dan lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 2,44 persen.

 

PDRB PERKAPITA

salah satu indicator tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah/ wilayah dapat dilihat dari nilai PDRB  per kapita, yang merupakan hasil bagi antara nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan jumlah penduduk. oleh karena itu, besar kecilnya jumlah penduduk akan mempengeruhi nilai PDRB per kapita, sedangkan besar kecilnya nilai PDRB sangat tergantung pada potensi sumberdaya alam dan factor factor produksi yang terdapat di daerah tersebut, PDRB perkapita atas dasar harga berlaku mununjukan nilai PDRB perkepala atau satu orang penduduk.

nilai PDRB perkapita lampung barat atas dasar harga bnerlaku sejak tahun 2013 hingga 2017 senantiasa mengalami kenaikan. pada tahun 2013 PDRB perkapita tercatat sebesar 14,45 juta rupiah. secara nominal terus mengalami kenaikan hingga 2017 mencapai 20,62 juta rupiah. kenaikan angka PDRB perkapita yang cukup tinggi ini disebabkan masih dipengaruhi oleh factor inflasi.