• 0728-21345
  • 28 Jul 21 07:21 AM

DESTINASI WISATA

Kabupaten lampung barat dikarunia alam yang subur dan indah.hal tersebut menjadikan kabupaten lampung barat sebagai salah satu daerah tujuan wisata  (DTW) di provimsi lampung.ini dapat dilihat dari banyaknya wisatawan mancanegara maupun nusantara yang datang berkunjung untuk menikmati berbagai objek wisata di lampung  barat, dianataranya danau ranau, pegunungan, wisata alam dan juga wisata petualangan.

PANAS BUMI SUOH

Lembah Seribu Kawah

 

Menyambangi dan menikmati suguhan eksotisme panas bumi di ujung pulau sumatera dapat menjadi rencana liburan kita mendatang. Suoh merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung.

Dengan waktu lebih kurang 3,5 - 4 jam dari ibu kota Provinsi Lampung melalui perjalanan darat, menembus rimbunnya hutan dan perkebunan kopi kita akan sampai ke pusat ibu kota Lampung Barat.

Lampung Barat sebagai wilayah berbukit akan menarik perhatian dan membuat jatuh cinta para pelancong bahkan saat mereka pertama kali mengenalnya. Perjuangan dan kekaguman kita akan negeri “asal saibatin” ini belum selesai sampai disini, karena untuk mencapai Suoh kita masih harus menempuh perjalanan -/+ 1,5 Jam dari Kota Liwa yang merupakan ibu kota Kabupaten Lampung Barat, dengan melalui perkampungan tradisional yang bercirikan pemukiman masyarakat melayu pada umumnya, dengan ornament khas Lampung Barat berupa rumah-rumah panggung yang berbaris rapat, halaman-halaman luas di depannya dan kopi-kopi yang terhampar mulai mengering dibuai hangatnya matahari diayun dinginnya kabut menyambut kita dengan hangatnya, pemandangan yang sulit kita temui ditempat lainnya, tetapi masih sangat mudah kita nikmati di Bumi Sekala Bekhak ini. Dengan perjalanan panjang dan akses jalan yang kini lambat laun mulai di perbaiki dan sudah cukup memadai, menjadikan perjalanan ini tidak begitu melelahkan, ditambah lagi pemandangan perbukitan hijau yang sungguh membuat mata terbelalak kagum akan gradasi warna yang terlukis dari anugerah manis ciptaan Tuhan.

 

Naik turunnya jalan yang cukup terjal, menembus hutan hujan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), melalui sungai hingga persawahan yang membentang luas, akhirnya tiba lah kita di Kawasan Panas Bumi Suoh yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Ditempat indah yang tercipta dari hamparan lembah luas dan dikelilingi perbukitan ini terdapat 3 (tiga) danau indah nan eksotis, dengan air yang biru bak kristal, dengan biota yang hidup didalam dan sekelilingnya juga kearifan lokal yang tak bisa lepas dari daya tarik yang disajikan oleh salah satu kabupaten terluar Provinsi Lampung ini. Danau Lebar, Danau Minyak dan Danau Asam warga menyebutnya, danau yang membawa kehidupan dan penghidupan bagi warga sekitar. Dan selanjutnya masih ada eksotisme tersimpan dan tersembunyi didepan sana, ada dua akses untuk menuju tempat ini, yang pertama melalui Danau Lebar dan selanjutnya menggunakan jasa ojek dengan perjalanan -/+ 5-10 menit dan langsung tiba di lokasi. Selain itu bisa melalui Danau Asam dengan perjalanan 15 menit menggunakan perahu mesin berkapasitas 10 orang dan berjalan kaki melewati pasir kuning dengan hamparan pasir berwarna kuning serta melewati savana yang menghijau dan atau menembus hutan perawan lebat dengan ilalang dan bait-bait bergelantungan selama lebih kurang 20-30 menit akhirnya sampailah kita di Surga dunia yang tersembunyi ini. “Keramikan” demikian masyarakat suoh menamakan tempat ini, sebuah tempat yang menakjubkan, berupa lantai endapan sulfur, inilah yang disebut sebagai keramikan oleh masyarakat yang bermukim di suoh, dari kasat mata ketebalan lantai “keramikan” ini hanya sekitar 20cm, dibeberapa bagian terlihat retakan dan rapuh, sebuah fenomena indah sekaligus berbahaya, untuk itu ketempat ini harus didampingi oleh guide lokal.

Melanjutkan perjalanan sekira 10-15 menit dengan berjalan kaki, kita akan menemui “Kawah Nirwana”, demikian masyarakat menyebutnya, sebuah kawasan geothermal/panas bumi berupa muntahan air bercampur belerang yang membentuk gunungan kapur yang telah terbentuk dari ratusan tahun silam dengan asap putih yang terus menyembur dari perut bumi menyuguhkan pemandangan yang sungguh akan membuat takjub setiap orang.

 

Berbeda dengan kawah belerang yang ada di tempat lainnya, Kawah Nirwana menyemburkan asap belerang yang sama sekali tidak beracun dan berbau, sehingga kita dapat menyambangi surga tuhan ini dalam jarak radius 10 meter saja dari pusat semburan. Dengan stalaktit dan stalakmit yang menggantung di sisi tebing yang mengelilinginya menambah hiasan alam yang mempercantik lembah agung ini. Dinamakan Nirwana karena terdapat salah satu jenis pohon yang tumbuh dan tetap hidup di tengah-tengah gunungan kapur yang tepat bersebelahan dengan lubang semburan air panas belerang, warga sekitar biasa menyebutnya dengan pohon Wana, sehingga kawah ini diberi nama Nirwana. Selain itu terdapat kawah-kawah kecil lainnya yang tersebar di seantero wilayah Suoh maka oleh seorang fotografer Lampung Budhi Marta Utama, suoh disebut “lembah Seribu Kawah”.

Karena begitu amannya, banyak diantara penikmat keindahan yang membawa anak balitanya untuk sekedar rekreasi atau sebagai bahan pembelajaran bagi putra putrinya akan fenomena alam yang jarang ditemui ini. selain itu, suoh bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata alam yang murah, aman dan indah, karena tak butuh budget yang besar untuk bisa menikmati suguhan alam yang tak ternilai ini, dan sungguh semua yang kita keluarkan untuk mencapai tempat ini baik materi, tenaga dan usaha akan terbayar lunas dengan segala suguhan yang ada atau bahkan lebih dari apa yang kita harapkan. (Anja/EGC).

 

SUOH menuju GEOPARK NASIONAL

 

Saat ini sudah dilakukan Road Map Menuju Geopark Nasional serta Unesco Global Geopark (UGG) Kaldera Suoh, berbagai tahapan sudah dilakukan dan terus dilakukan, akan banyak sekali konstribusi dari geopark dan geowisata. Dari persyaratan umum, potensi geologi Kaldera Suoh sebagai Geopark Nasional dan Global Unesco sudah memenuhi persyaratan.

 

 

 

Informasi lainnya :

Akses             :   untuk mencapai suoh bisa ditempuh melalui dua akses :

                            1). Melalui Liwa, tepatnya masuk dari Pekon (desa) Pekon Balak dan melintasi Pekon Sukabumi Batu Brak, dari Pekon Sukabumi membutuhkan sekira 1,5 jam perjalanan darat untuk sampai di Suoh dengan medan perjalanan naik turun gunung dan kondisi jalan yang sebagian masih harus berhati-hati.

                            2). Melalui Kota Agung Kabupaten Tanggamus, banyak wisatawan dari Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu dan Tanggamus yang memilih akses mencapai suoh melalui jalur ini, bisa ditempuh sekira 1,5 jam perjalanan dari Kota Agung Tanggamus, namun kondisi jalan agak lebih sulit dari akses melalui Liwa.

Amenitas       :   Suoh merupakan destinasi wisata yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), amenitas yang tersedia semua dibawah tanggung jawab dari pihak TNBBS bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Terdapat 2 Pokdarwis di Suoh dan BNS, yaitu Jagat Endah Lestari dan Pokdarwis Tunas Harapan, semua amenitas pendukung

 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

 

 

Pesona Bukit Bawang Bakung “Geredai”

menikmati “negeri diatas awan”

 

 

“Negeri diatas Awan”, demikian salah satu sebutan untuk spot fotografi ini. Pertama  kali dikenal dengan sebutan Geredai/Gardai, namun nama sebenarnya adalah Bukit Bawang Bakung yang terletak di Pekon Negeri Ratu Kecamatan Batu Bekhak, spot yang ditemukan oleh para pecinta fotografi di Lampung Barat sekitar  tahun 2010-2011, sebuah tempat dimana kita merasakan berdiri diatas awan, tersuguh indah hamparan embun dengan latar belakang Gunung Pesagi dan Gunung Seminung yang tinggi menjulang. Namun untuk bisa menikmati hamparan embun di Bukit Bawang Bakung kita harus sudah disini pada saat sebelum matahari terbit kisaran pukul 05.00 s.d. 07.00 pagi hari, pada saat  matahari terbit akan sangat mengagumkan dan membuat kita berdecak tak henti akan alam ciptaan Tuhan, pohon-pohon tersembul malu-malu diantara embun tebal yang nampak seperti gugusan candi-candi yang elok dipandang mata, yang membuat kita selalu rindu untuk berkunjung kembali.

 

Untuk sekedar menikmati dengan mata dan hati saja sudah sangat mengagumkan, apalagi bagi para pecinta dan pemburu fotografi lansekap, tempat ini adalah Surga yang Tersembunyi.

 

Bukit Bawang Bakung tak begitu jauh dari Kota Liwa, hanya sekitar 20 menit perjalanan dengan menggunakan motor atau mobil. Bawang Bakung tumbuh menjadi destinasi pariwisata baru di Lampung Barat, kini di bukit yang dahulu sepi itu, selalu dipenuhi oleh para pengunjung pada pagi hari, bahkan wisatawan luar Lampung Barat juga sengaja berkunjung kemari, selain indah untuk dinikmati dengan mata kita serta mata lensa, tempat ini juga sangat menenangkan dan segar, cocok untuk melepas kepenatan.

 

Sebelum sampai di bukit bawang bakung, anda juga akan melewati perkampungan dengan hamparan  sawah dan rumah panggung dengan arstitektur khas Lampung Barat dengan aktivitas masyarakat lokal di pagi hari. Jalan yang berkelok-kelok yang sesekali memperlihatkan pemandangan embun yang luar biasa akan menambah sensasi anda menikmati Negeri diatas Awan. Namun bagi anda yang tidak terbiasa dengan udara sejuk bahkan berpelukan dengan kabut, disarankan untuk membawa jaket.

Oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, ditempat ini telah disediakan sarana pendukung berupa WC dan beberapa bangunan berupa gedung terbuka yang bisa dipergunakan untuk mengadakan acara.

 

Terdapat pula 2 buah cottage “Anjung Geredai”  yang bisa di sewa oleh para pengunjung yang ingin merasakan bermalam di atas Bukit dengan menghadap langsung hamparan embun pagi dan gagahnya gunung pesagi serta gunung seminung, menjadi view yang indah dari beranda “anjung” sejauh mata memandang, hamparan embun, rumah-rumah panggung yang berdampingan dengan persawahan negeri ratu yang terlihat tersusun rapi. Anda akan dibawa merasakan sensasi menginap di rumah kayu dengan pemandangan yang menakjubkan.

Bagi yang suka bermalam dengan menggunakan tenda, oleh pengelola objek wisata ini, disediakan penyewaan tenda-tenda yang berkafasitas 2 – 4 orang, sensasi merasakan bermalam diatas puncak bukit yang berhadapan dengan gunung pesagi dan hamparan embun pagi. (EGC)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

“Bicara Kopi, Ingat Lampung Barat”

Surganya Penikmat Kopi

 

“Lampung Barat Surganya Penikmat Kopi” ini adalah tagline Kabupaten Lampung Barat sebagai Kabupaten Produsen Kopi Robusta terbesar di Provinsi Lampung. Sepertiga Kopi Robusta yang dihasilkan oleh provinsi Lampung dipasok dari Kabupaten ini. Kopi Robusta Lampung Barat memiliki kekhasan cita rasa yang berbeda dengan kopi jenis serupa dari daerah lain, wajar apabila “Bicara Kopi, Ingat Lampung Barat”. Luas wilayah perkebunan kopi yang ada di Kabupaten Lampung Barat mencapai 53.612 Ha dengan produksi mencapai 57.664 ton. Ketika kita memasuki wilayah Lampung Barat kita langsung disuguhkan hamparan perkebunan kopi yang terbentang disepanjang jalan dan ditambah dengan cuaca yang sejuk membuat kedamaian bagi para penikmatnya. Pada bulan Oktober kita akan kembali disuguhkan oleh aroma bunga kopi yang begitu harum, mempesona, dan penuh kenangan. Selanjutnya pada bulan Juli tahun berikutnya bunga kopi telah berubah menjadi biji-biji kopi yang memerah disepanjang hamparan kebun petani.

Kopi bagi masyarakat Lampung Barat sudah menjadi urat nadi ekonomi yang telah diusahakan sejak turun-temurun dan hampir 70% penduduk Kabupaten Lampung Barat adalah petani Kopi. Sehingga, Kopi Robusta Lampung merupakan salah satu warisan leluhur yang harus dilestarikan sumberdaya alamnya. Kopi juga merupakan perwujudan keramahan masyarakat Lampung Barat. Setiap tamu yang berkunjung akan disajikan segelas kopi robusta hangat yang diseduh dengan gula merah dan disandingkan buakh tat yang menjadi jamuan wajib masyarakat Lampung. Kopi Lampung cukup pantas dikategorikan sebagai salah satu kopi terbaik Indonesia yang terkenal karena keistimewaan aroma dan rasanya yang khas. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji citarasa yang setiap tahun dilakukan oleh Puslitkoka Jember dengan nilai mencapai skor diatas 80 yang artinya masuk dalam kategori “Very Good” sampai “Excellent”. Kopi-kopi Robusta berkualitas yang dihasilkan oleh Lampung Barat telah hadir di cafe-cafe dengan nuansa khas anak muda dengan menyajikan berbagai jenis minuman kopi dengan kualitas yang tak kalah dari “coffee shop” dengan harga yang lebih terjangkau. Kopi Lampung Barat juga telah memiliki Sertifikasi Indikasi Geografis dari Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham pada Tahun 2014 yang lalu.

Selain penghasil Kopi Robusta Kabupaten Lampung Barat juga merupakan penghasil kopi termahal didunia yaitu Kopi Luwak yang selalu dicari oleh wisatawan domestik maupun manca negara. Wisatawan dapat menemukan Kopi Luwak disentra-sentra wilayah pengembangan Kopi Luwak yang tersebar di Kecamatan Balik Bukit. Pengunjung selain dapat menikmati seduhan kopi luwak juga dapat mengamati proses pengolahan Kopi Luwak yamg dihasilkan dari musang yang dipelihara dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan.

Saat ini Indonesia berada pada Urutan keempat setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia sebagai negara penghasil kopi terbesar. Sementara itu beberapa tahun silam ditahun 90-an negara vietnam pernah datang dan belajar Kopi ke Lampung Barat. Semoga kini menjadi semangat baru dan mendorong petani kopi lampung untuk terus membudidayakan kopi yang berkualitas tinggi.

Bagi penikmat Kopi, jika ritual ngopi di cafe mahal atau dikedai-kedai kopi sudah terlalu membosankan, maka sebaiknya mencoba menikmati seduhan secangkir kopi yang disajikan di “Kampung Kopi Rigis Jaya” Kecamatan Air Hitam Kabupaten Lampung Barat. Aroma kafein ditengah kebun Kopi menjadi pilihan berwisata yang menjanjikan sensasi yang berbeda. Menikmati secangkir kopi dengan kualitas yang tak kalah dari “coffee shop” dengan harga yang lebih terjangkau sambil bercengkrama dengan masyarakat sekitar tentang indah dan damainya hidup di desa tentu tidak dapat ditemui dikota-kota besar. Selain itu, pengunjung akan diajak menyapa pepohonan kopi dengan berwisata mengelilingi kebun Kopi sambil belajar tentang budidaya kopi dan cara mengolah biji kopi hingga menjadi bubuk kopi yang berkualitas cita rasa kopi khas Lampung yang disukai para pencinta kopi dimana pun berada. Ditambah lagi pada saat musim panen tiba maka pengunjung akan disuguhkan pemandangan buah kopi yang memerah dan dapat ikut serta memanennya. Selain wisata edukasi dikampung kopi saat ini tengah dibangun Agro Tekno Park Kopi Robusta Liwa Lampung yang diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan dan informasi serta etalase kopi robusta Lampung Barat. Oleh sebab itu diharapkan Kopi Robusta Lampung Barat menjadi kian terkenal serta diminati konsumen di dalam maupun luar negeri (Tri Umaryani, SP, M.Si).

 

 

 

KERAJAAN ADAT PAKSI PAK SEKALA BRAK

Asal Usul Suku Bangsa Lampung

 

 

Kerajaan Adat “Paksi Pak Sekala Brak” yang terdiri dari Kepaksian Pernong, Paksi Buay Belunguh, Paksi Buay Bejalan Diway dan Kepaksian Nyerupa, terletak di "tanoh unggak/lambung" yang dalam bahasa Indonesia berarti dataran tinggi, karena berada di dataran tinggi Pesagi yang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Lampung, diyakini sebagian besar masyarakat Lampung sebagai asal usul suku bangsa Lampung

 

Wilayah Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, saat ini secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung, diapit oleh tiga gunung yaitu Gunung Pesagi, Gunung Seminung dan Gunung Tanggamus, berada pada kawasan yang sangat strategis karena tepat di segi tiga perbatasan Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

 

Sekala Brak asal usul Orang Lampung.

Kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai symbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung, Penyebutan Lampung berasal dari kata “Anjak Lambung” yang artinya dari dataran tinggi yakni lereng gunung pesagi yang merupakan gunung tertinggi di Lampung.

 

Suku Tumi memeluk agama Hindu Bairawa, mereka mengagungkan “Belasa Kepampang” sebuah pohon keramat  bercabang dua yang terdiri dari cabang nangka dan cabang sebukau (kayu bergetah), konon bila menyentuh getah cabang sebukau orang bisa terkena penyakit kulit, namun penyakit tersebut dapat segera disembuhkan dengan getah cabang nangka yang terdapat dipohon itu. Kepercayaan ini tidak hanya di terima di Sekala Brak tetapi juga di daerah-daerah lain di sepanjang aliran Way Komering, Way Semangka, Way Sekampung, Way Seputih, Way Tulang Bawang, Way Umpu, Way Rarem dan Way Besai (Teguh Prasetyo, 2005)

 

Ketika Pemerintahan Islam menguasai Sekala Brak, pohon “Belasa Kepampang” ditebang dan kayunya dipergunakan untuk membuat “Pepadun”. “Pepadun” adalah singgasana Raja yang hanya boleh digunakan atau diduduki pada saat penobatan Sultan Sekala Brak beserta keturunannya.

Tumbangnya pohon “Belasa Kepampang” menandai runtuhnya kekuasaan suku Tumi sekaligus musnahnya aliran animisme di bumi Sekala Brak.

 

 

Sekala Brak pada Zaman Islam (Masa Kepaksian).

Sebagaimana diriwayatkan dalam “Tambo” bahwa masuknya ajaran Islam di bumi Sekala Brak dibawa oleh Umpu  Ngegalang Paksi beserta empat putra yang berasal dari Pagaruyung, para Umpu tersebut dibantu oleh seorang Pemudi yang berjuluk Si Bulan (Putri Bulan) diperkirakan bernama asli Indrawati, dan merupakan  leluhur orang Tulang Bawang (Karzi, 2007)

Adapun nama empat Putra yang bersama Umpu Penggalang Paksi tersebut adalah :

  1. Umpu Belunguh yang nama aslinya juga Belunguh
  2. Umpu Pernong yang bernama asli Pak Lang
  3. Umpu Bejalan Diway yang nama aslinya Inder Gajah
  4. Umpu Nyerupa yang nama aslinya Sikin

 

Umpu berasal dari kata “Ampu” sebutan bagi anak Raja di Kerajaan Pagaruyung yaitu Kerajaan yang didirikan oleh Adityawarman pada tahun 1347 merupakan Kerajaan Hindu yang kemudian beralih ke Islam, dan setelah beralih ke Islam nama kerajaan berubah menjadi Kesultanan.

 

Oleh keempat penguasa baru tersebut wilayah Sekala Brak dibagi, masing-masing memiliki Wilayah, Rakyat dan Adat Istiadatnya sendiri serta memiliki kedudukan yang sama dan saling menghormati, sementara Putri Bulan yang membantu para Umpu diberi wilayah Cenggikhing Way Nekhima, tapi karena Putri Bulan memutuskan tidak tinggal di Sekala Brak, maka Cenggikhing Way Nekhima dimasukkan kedalam wilayah Kepaksian Pernong.

 

Untuk menghindari perselisihan diantara empat Kepaksian tersebut, maka atas kesepakatan bersama “Pepadun” yang dibuat dari pohon “Belasa Kepampang” dititipkan kepada “Buay Benyata” yang berkedudukan di Pekon Luas, apabila salah satu dari empat kepaksian memerlukan “Pepadun” untuk penobatan, dapat mengambilnya di Buay Benyata dan setelah selesai harus dikembalikan lagi.

Dalam perjalanan waktu, perselisihan justeru terjadi pada keturunan Buay Benyata, pada tahun 1939 sejumlah keturunan memperebutkan hak menyimpan Pepadun tersebut, maka atas kesepakatan kerapatan adat dengan persetujuan empat Paksi Sekala Brak dan diketahui oleh Residen yang mewakil Pemerintah Kolonial Belanda, diputuskan bahwa sebelum ada keputusan tentang hal itu, untuk sementara “Pepadun” disimpan oleh keturunan langsung dari Umpu Belunguh, dan sampai saat tulisan ini dibuat “Pepadun” tersebut masih tersimpan di “Gedung Dalom” Kepaksian Belunguh di Pekon Kenali.

 

Kerajaan Sekala Brak Masa Kini.

Kerajaan Sekala Brak, lestari hingga kini, namun sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kerajaan tidak lagi memegang tampuk Pemerintahan, Sekala Brak menjelma menjadi Kerajaan Adat dengan sebutan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, dan bernaung dalam NKRI. Batas-batas wilayah kerajaannya masih sangat jelas, "Gedung Dalom" sebutan untuk Keraton/Istana masih berdiri tegak dengan agungnya, “Pemanohan”/pusaka terpelihara,  Lambang masing-masing Kepaksian tetap terjaga, Pucuk Pimpinan yaitu “Saibatin” tetap eksis, struktur pemerintahan adat baik di "Gedung Dalom" maupun di "Pekon-pekon" (desa-desa) masih lengkap, dan yang terpenting pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarakat adatnya tetap utuh bahkan sangat baik, hal ini dibuktikan dengan "iyukh sumbai" *) dan tidak ada seorangpun anggota masyarakat adat yang tidak jelas identitasnya, hubungan setiap komunitas adatnya dengan "Gedung Dalom" bisa ditelusuri dengan baik dan jelas.

 

Masing-masing Paksi dipimpin oleh “Saibatin” yang bergelar Sultan dan sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa ke-empat “Saibatin”/Sultan di Paksi Pak Sekala Brak mempunyai derajat yang sama dan saling menghormati, sehingga terjagalah keharmonisan diantara mereka. 

“Saibatin” dimaknai sebagai Satu Orang Pemilik . "Saibatin Kedau Adat " / pemilik adat, "Saibatin kedau Harkat" / pemilik harkat, "Saibatin kedau Derajat" / pemilik derajat, "Saibatin kedau Rakyat" / pemilik rakyat, "Saibatin kedau Pemanohan" / pemilik pusaka, "Saibatin kedau Pepaduan" / pemilik singgasana, "Saibatin kedau Bumi Keratuan" / pemilik wilayah kerajaan, "Saibatin mejong dihejongan" / menduduki tahta.

 

Gelar Sultan hanya untuk “Saibatin”.  Melekat pula pada gelar Sultan adalah Dalom dan Pangeran, sedang kan Permaisuri “Saibatin” bergelar Ratu. Kemudian dalam stratifikasi gelar yang berkait dengan jabatan (struktur) adat dalam masyarakat berturut-turut sebagai berikut :

  1. SULTAN
  2. RAJA
  3. BATIN
  4. RADIN
  5. MINAK
  6. KEMAS
  7. MAS
 
 

“Tutur”/panggilan kemuliaan bagi “Saibatin”/Sultan adalah "Peniakan Dalom Beliau" namun dalam keseharian sering disingkat "Pun Beliau" atau "Pun".

 

 

 
   

 

 

SAIBATIN PAKSI PAK SEKALA BRAK :

Di bumi Sekala Brak, "Adok dan Tutur jadi kehangguman" **) karena "Adok dan Tutur" menunjukkan tingkat kebangsawanan seseorang, berikut "adok" para  “Saibatin”  Paksi Pak Sekala Brak Saat ini :

 

  1. Saibatin Kepaksian Pernong, Paduka Yang Mulia Saibatin Peniakan Dalom Beliau Pangeran EDWARD SYAH PERNONG Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 bertahta di Gedung Dalom Batu Brak.
 
 
  1. Saibatin Paksi Buay Belunguh Peniakan Dalom Beliau YANUAR FIRMANSYAH gelar Suttan Junjungan Sakti Yang di Pertuan ke-27, bertahta di Gedung Dalom Kenali.
  2. Saibatin Kepaksian Nyerupa, Peniakan Dalom Beliau SALMAN PARSI gelar Sultan Piekulun Jayadiningrat, bertahta di Gedung Dalom Tampak Siring Sukau.
  3. Saibatin Paksi Buay Bejalan Diway, Paduka Yang Mulia Suttan Jaya Kesuma IV SALAYAR AKBAR PUSPANEGARA gelar  Suttan Sekala Bekhak Ke-XX, bertahta di Gedung Dalom Paksi Buay Bejalan Diway Puncak Dalom Kembahang.

 

Masyarakat adat “Saibatin” Lampung terkristalisasi kedalam tiga wadah yaitu :

  1. PAKSI yaitu KERAJAAN ADAT PAKSI PAK SEKALA BRAK yang diyakini sebagai cikal bakal “ulun Lampung” mata air dari adat “Saibatin”. penguasa tertingginya bergelar SULTAN.
  2. MARGA yaitu lembaga Adat yang terbentuk, kemudian dilakukan penguatan dalam rangka mengakomodir kebutuhan adat masyarakat yang terus menyebar. (“ngebujakh mawat miccakh”). Penguasa tertingginya bergelar SUNTAN/SUTTAN
  3. BANDAKH yaitu Lembaga adat wadah bernaung masyarakat adat yang berada disepanjang pesisir pantai mulai dari Pesisir Barat, Pesisir Semaka, Pesisir Teluk Betung hingga Pesisir Way Handak (Kalianda). Penguasa tertingginya bergelar PANGERAN/DALOM.

 

(Penulis : Seem R Canggu, SE, MM)

*) Iyukh sumbai : bantuan untuk mendukung perhelatan adat atau pada saat tertimpa musibah.
**) Adok dan Tutur jadi kehangguman : Gelar dan panggilan menjadi kebanggaan

 

 

Info Dewan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak :

  • Kepaksian Pernong : 081271732843 (Dewan Adat)
  • Paksi Buay Bejalan Diway : 082186898484, 082185668998 (Pemapah)
  • Paksi Buay Belunguh : 082376720770 (Kappung Batin)
  • Kepaksian Nyerupa : 082379611924 (Dewan Adat)

 

PESONA AIR TERJUN

di Bumi Sekala Bekhak

 

Dari begitu banyaknya tujuan wisata alam yang terhampar di Kabupaten Lampung Barat atau orang biasa menyebutnya Negeri berselimut embun atau juga Bumi Sekala Bekhak, Air terjun atau banyak orang menyebutnya curug, merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak di minati. selain karena keindahannya, air terjun juga memberikan kesan dan nuansa ketenangan bagi para penikmatnya.

Tidak salah jika banyak orang yang jauh-jauh datang ke Lampung Barat hanya untuk menyambangi air terjun yang ada, untuk memanjakan mata dengan keindahannya atau sekedar melepas penat dan hiruk pikuk nya kota. Puluhan bahkan ratusan air terjun tersebar di seantero Kabupaten Lampug Barat, baik yang belum ter-expose media maupun yang sudah dikenal oleh halayak ramai, mulai dari yang berukuran kecil, sedang hingga megah dan besar. Diantara air terjun yang merupakan salah satu bagian  dari destinasi wisata yang memiliki peminatnya tersendiri ini mulai dari Air terjun Cengkaan yang berada di Sumberjaya, Air terjun Cimul yang berada di Pekon Cipta Mulia Kebun Tebu, Air Terjun Campang di kec. Sekincau, Air terjun Mbah Gimo di kec. Air Hitam, Air terjun Bengkuang di Semantung dan Air terjun Kalong di kec. Pagar Dewa, Air terjun Sepapah Kanan dan Sepapah kiri di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kubu Perahu Kec. Balik Bukit, Air terjun Batu Panjelan di kec. Sukau, Air Terjun Way Sepuga di Sukarami Belalau, Air Terjun Gading di Sukamarga Suoh dan masih banyak lagi air terjun lainnya.

 

Media sosial sangat berperan menarik minat masyarakat untuk mencari destinasi baru walaupun itu menantang, terkhusus buat generasi millenial. Kalau dahulu wisata air terjun hanya di gandrungi oleh pecinta alam kini menular ke masyarakat umum, utamanya remaja.

Begitu juga dengan tayangan televisi nasional yang memuat program jalan-jalan yang menantang, menjadikan ekplorasi destinasi baru terutama air terjun kian ramai. Tren baru ini membawa semangat kearah yang positif, destinasi dan potensi wisata lampung barat tumbuh, air terjun yang dahulu hanya beberapa, kini bertambah dan terus bertambah seiring dengan daya jelajah remaja para pengguna media sosial tersebut.

Dikarenakan tren ini masih baru, sehingga sarana dan prasarana ditempat yang baru terekspos melalui foto-foto kreatif remaja pengguna media sosial tersebut belum tersedia dan masih alami, namun disitulah letak petualangannya, destinasi baru tersebut harus ditempuh dengan berjalan kaki atau tracking bahkan perjalalan sampai berjam-jam lamanya, beberapa diantaranya juga bisa menggunakan motor namun motor yang mampu di medan berat dan licin, namun tidak menyurutkan para remaja untuk bisa menikmati kealamian alam yang menakjubkan.

 

Keindahan yang tak akan pernah habisnya yang tersaji, dengan karakteristik yang berbeda pada setiap destinasi yang ada, membuat kita selalu dan selalu ingin kembali dan tertantang untuk dapat mendatanginya. Selain itu, tak perlu merogoh kantong terlalu dalam, kita sudah bisa sampai ke tempat-tempat indah ini, tempat yang merupakan surga dunia yang tersembunyi di tengah rerimbunan pohon-pohon lebat sebagai penaungnya dan keasriannya yang belum banyak mendapatkan campur tangan manusia, yang justru merupakan daya tarik keindahan tersendiri dari air terjun yang ada di Kabupaten Lampung Barat. Hitamnya bebatuan besar yang bertaburan, hijaunya dedaunan yang menyelimuti dan warnawarni bunga-bunga yang menghiasi, menciptakan gradasi warna yang terlukis di bentangan alam yang menghilangkan segala penat di perjalanan yang panjang, hal itu merupaka alasan yang sangat masuk akal mengapa kita harus dan wajib menjaga dan menghargai kearifan lokal yang ada dan mendengarkan instruksi dari teman pendamping, tempat-tempat ini akan menjadi tempat yang tak akan pernah kita lupakan dan akan selalu ingin kita datangi kembali. untuk menyambangi karya seni tuhan yang satu ini. Jadi tunggu apalagi, lingkari waktu libur kalian untuk datang dan menikmati segala suguhan keindahan yang ada di Kabupaten Lampung Barat Bumi Sekala Brak Negeri Para Saibatin.

 

Dengan jarak yang tak begitu jauh dari pusat kota Liwa, tempat-tempat tersebut dapat kita akses dengan menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh yang beragam dan kondisi jalan yang beragam pula. Tetapi pada umumnya air terjun yang telah terekspolre sudah memiliki akses jalan yang memadai, meskipun para pengunjung tetap harus berjalan kaki untuk mencapai air terjun yang dituju. Namun hal tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri untuk para pelancong dalam menikmati alam yang masih benar-benar terjaga keasliannya. Karena sebagian besar tempat masih di kelola oleh warga lokal, sehingga belum begitu ter-expose dan di kenal halayak luas, sehingga mereka yang menyambangi tempat-tempat ini masih terbatas pada wisatawan lokal pula, ataupun pelancong luar daerah yang memang benar-benar penikmat keindahan alam yang masih alami dan terjaga. Ada baiknya jika kita ingin menyambangi destinasi-destinasi apik ini, pilihlah musim kemarau atau waktu-waktu dimana curah hujan tidak terlalu tinggi, mengingat kondisi alam nya yang masih alami dan menembus hutan hujan yang masih perawan. Ada baiknya pula bagi para pelancong dari luar daerah untuk menghubungi guide-guide lokal yang sudah mengenal dan hapal dengan kondisi alam dan jalur yang akan di lalui di sekitaran Lampung Barat untuk dapat di antarkan berkeliling menyambangi destinasi-destinasi tujuan, mengingat lokasi dan jalur yang belum banyak dan sering dismbangi, sehingga mengurangi resiko bahaya dan tersesat. Tapi tak perlu khawatir, selama kita menghormati dan menjaga kearifan lokal dan mendengarkan serta mematuhi instruksi pendamping, Air Terjun menjadi tempat yang tak akan pernah bisa kita lupakan keindahannya dan membuat kita selalu ingin kembali. (Anja/EGC).

 

 

 

 

LEMBAH BATU BRAK

Keindahan Ngarai berdampingan dengan  Pemukiman Masyarakat Adat

 

 

Lembah Batu Brak terletak di belakang Gedung Dalom Kepaksian Pernong (Istana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong), Sebuah “Ngarai” indah bersisi terjal yang sudah terbentuk akibat erosi aliran sungai puluhan tahun silam.

Terdapat persawahan unik, kenapa unik dikarenakan pembagian bidang sawahnya tidak dibuat tersusun rapi dan segi empat, namun diacak, sehingga terlihat seperti coretan asal-asalan dengan bidang-bidang sawah yang tidak sama.

Menuruni lembah dengan 11 kelokan ini tidak akan terasa capek, karena di sepanjang jalan kita akan bertemu dengan masyarakat setempat yang berlalu-lalang akan dan pulang dari pemandian salui pitu yang terdapat dikaki kelokan, kelokan ini oleh masyarakat setempat di sebut TEBA.

“Salui Pitu” merupakan pemandian umum masyarakat Batu Brak, kenapa salui pitu karena pancurannya terdapat 7 bh, salui pitu selain tempat pemandian umum juga dijadikan salah satu tempat ujian akhir para Pendekar dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, yang biasanya dilaksanakan pada malam hari, para pendekar menuruni “teba” dan wajib mandi di salui pitu dengan persyaratan lain yang sudah diatur oleh tata titi adat.

Daya tarik lain, mandi di “salui pitu” juga diyakini masyarakat setempat bisa membuat rambut kita tumbuh indah, kulit menjadi lebih bersih/putih dan terhindar dari berbagai penyakit capek dan mudah lelah. Juga diyakini jika kita pernah mandi sekali disini, maka pasti akan kembali lagi untuk yang ke sekian kalinya.

“Ngarai” indah terbentang di ujung penglihatan kita yang di aliri “way tippon” berkelok-kelok dibawahnya. Terdapat pula bukit kecil melintang ditengah persawahan yang oleh masyarakat di sebut “littik”, littik menurut cerita masyarakat setempat adalah berasal dari ular besar yang dikutuk oleh sipahit lidah sehingga membeku dan membentuk menjadi bukit.

Terdapat 3 musim indah untuk dikunjungi di Lembah Batu Brak, yaitu ketika sawah masih bersih (pasca pembersihan bekas panen oleh petaninya) sehingga sawah terisi air yang jernih dan indah dipandang mata dan ketika musim tanam dan atau padi menghijau serta ketika musim padi menguning atau musim panen tiba. (EGC)

 

LUMBOK DANAU RANAU

pesona danau terbesar kedua di Sumatera

 

Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua di pulau sumatera, yang merupakan danau Vulkanik yang terbentuk akibat letusan gunung seminung ratusan tahun yang lalu. Terletak di ujung Kabupaten Lampung Barat, berbatasan dengan provinsi Sumatera Selatan.  Danau Ranau masuk kedalam wilayah administratif dua wilayah, yaitu kabupaten Lampung Barat yang merupakan bagian dari provinsi Lampung dan OKU Selatan yang merupakan bagian dari provinsi Sumatera Selatan, danau ranau merupakan salah satu objek dan daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Lampung Barat.

Untuk Kabupaten Lampung Barat, danau ranau masuk ke dalam wilayah kecamatan Lumbok Seminung yang terletak tepat di kaki Gunung Seminung. Letaknya yang cukup jauh dari Kota Liwa yang merupakan pusat ibu kota Kabupaten Lampung Barat, tidak mengurangi daya tarik dari hamparan indah yang satu ini, dengan akses jalan yang baik kita tidak kesulitan untuk menjangkau salah satu surga tersembunyi ini.

Berjarak lebih kurang 35 KM dari pusat ibu kota Liwa, kita dapat menjangkau Lumbok Danau Ranau dengan menggunakan roda dua ataupun roda empat, dan akan memakan waktu 1-2 jam perjalanan, dengan melintasi perbukitan hijau, sawah-sawah yang membentang hingga perkebunan warga yang mengelilingi gunung seminung, yang merupakan gunung Vulkanik dan menjadi salah satu dari tiga gunung tertinggi di Lampung Barat. Perjalanan panjang dan memakan waktu tidak begitu terasa karena sepanjang perjalanan kita akan terus disajikan hamparan pemandangan indah yang memanjakan mata, apalagi sesampainya di lumbok lelah akan segera terbayarkan dengan hamparan sawah yang hijau di tepiannya, birunya air yang tenang berombak, dan keramba apung yang berbaris rapih menghiasi, bagaikan lukisan dari tangan agung sang pencipta. Dengan iklim cuaca yang sangat bersahabat kita dapat menyambangi tempat ini kapanpun sepanjang tahun, untuk menikmati suguhan alam yang luar biasa, dan bagi para pelancong luar kota, kalian bisa menghubungi para penggiat wisata dan travel guide yang ada di seputaran kota liwa seperti, Ojek Piknik Liwa dan masih banyak lagi yang siap mendampingi perjalanan anda.

Untuk menyambut kedatangan anda sesungguhnya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah memfasilitasi daerah tujuan wisata ini dengan fasilitas yang nyaman, telah dibangun Hotel Seminung Lumbok, berada di tepi danau ranau, memiliki luas sekitar 15 hektar, kawasan wisata terpadu ini dikelilingi oleh panorama bukit barisan yang menghijau serta gagahnya gunung seminung yang menjulang tinggi. Hotel ini menyediakan fasilitas cottage ditepian danau ranau cocok untuk anda yang sedang berbulan madu dan atau keluarga yang berlibur, dilengkapi pula dengan convention hall untuk mengadakan seminar, launching product, rapat bahkan resepsi pernikahan. Fasilitas pendukung lain yang tersedia berupa outbond area, dan flying fox.

 

Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain berenang, mandi air panas (hot spring), berperahu, memancing, penenangan pikiran, tracking, outbond, stay overnight, penelitian ekologi danau, apresiasi ekologi danau dan lain sebagainya.

 

Terdapat pula Desa Wisata “Mupadu”, disini kita bisa menikmati aktifitas keseharian masyarakat yang tidak lepas dari Danau Ranau.

Pada desa wisata ini anda bisa merasakan tidur dirumah panggung selayaknya warga setempat dengan menempati homestay yang harga nya terjangkau, selain itu terdapat pula Pondok Wisata milik Dinas Perikanan yang dibangun dengan arsitektur khas Lampung serta di komersilkan dengan harga yang terjangkau.

 

Selain menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata, danau vulkanik ini juga menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar yang notabenenya sebagian besar merupakan nelayan tangkap dan nelayan keramba yang menyuplai sebagian besar pasokan ikan konsumsi di Kabupaten Lampung barat hingga ke luar kota. Hasil perikanan yang banyak terdapat di danau ini merupakan jenis ikan Mujair/Nila, berbeda dengan ikan dari tempat lainnya, ikan di daerah ini terkenal karena memiliki karakteristik yang lebih gurih dan berlemak dibandingkan dengan ikan yang di budidayakan di kolam tanah ataupun ikan tangkapan sungai. Jika para pelancong datang ke lumbok, jangan sampai melewatkan untuk mencicipi ikan dari danau Lumbok, dan Ikan Nila Bakar yang terkenal di daerah ini banyak di jual di beberapa rumah makan yang terdapat tepat di tepian danau dapat menjadi pilihan yang apik untuk memanjakan lidah kalian, Ikan Bakar di pilih karena cara olah nya yang tidak menghilangkan cita rasa asli dan manis gurih dari ikan segar yang baru di tangkap. Selain itu, Ikan Bakar disini dibakar tidak menggunakan banyak bumbu, hanya dengan menggunakan Garam dan sedikit sekali minyak kelapa, sehingga benar-benar akan menonjolkan keunikan citarasa ikan segar yang memang sudah sangat manis, gurih dan berlemak.

Untuk para pemburu lukisan cahaya, fotografi dan videografi, Danau Ranau tidak akan mengecewakan anda, dari segala angel sudut bidik lumbok dan sukabanjar danau ranau cukup eksotis untuk diabadikan.

Terdapat pula area paralayang yang berada di bukit lunto, dan danau ranau memang sudah beberapa kali mengundang para penghobi paralayang untuk menikmati danau ranau dari ketinggian.

 

Hal lainnya, Jika kita cermati, sesungguhnya terdapat kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini, di Pekon Sukabanjar masyarakatnya tidak boleh memburu rusa yang banyak terdapat di sekitar daerah ini, dan untuk bangunan rumah tidak boleh menghadap dan atau membelakangi danau ranau, kepercayaan ini sudah turun temurun diwariskan oleh para pendahulu yang menetap di daerah ini. [Anja/EGC].