{"id":9675,"date":"2026-03-28T18:50:18","date_gmt":"2026-03-28T11:50:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/?p=9675"},"modified":"2026-03-28T18:50:18","modified_gmt":"2026-03-28T11:50:18","slug":"ajang-silaturahmi-kesenian-jaranan-1447-h-2026-m-berlangsung-meriah-bupati-parosil-mabsus-apresiasi-pelestarian-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/2026\/03\/28\/ajang-silaturahmi-kesenian-jaranan-1447-h-2026-m-berlangsung-meriah-bupati-parosil-mabsus-apresiasi-pelestarian-budaya\/","title":{"rendered":"Ajang Silaturahmi Kesenian Jaranan 1447 H\/2026 M Berlangsung Meriah, Bupati Parosil Mabsus Apresiasi Pelestarian Budaya"},"content":{"rendered":"<p>DISKOMINFO, LAMPUNG BARAT \u2013 Denting gamelan bertalu mengiringi gerak lincah para penari jaranan di Pekon Tambak Jaya, Kecamatan Way Tenong pada Sabtu (28\/03\/2026).<\/p>\n<p>Di tengah riuh tepuk tangan masyarakat, perayaan budaya itu tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kesinambungan tradisi dan eratnya persatuan.<\/p>\n<p>Kemeriahan Ajang Silaturahmi Kesenian Jaranan 1447 Hijriyah\/2026 Masehi ini menjadi bagian dari rangkaian panjang tradisi masyarakat Lampung Barat.<\/p>\n<p>Sebelumnya, masyarakat telah lebih dulu merayakan budaya sekura yang digelar sejak 1 hingga 7 Syawal, sebuah momentum khas yang mengandung makna kebersamaan, keterbukaan, dan persamaan derajat tanpa memandang latar belakang.<\/p>\n<p>Memasuki 8 Syawal, semangat tersebut dilanjutkan melalui pertunjukan jaranan yang menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang memperkuat silaturahmi antar masyarakat Lampung Barat dari berbagai suku.<\/p>\n<p>Jika sekura menghadirkan simbol kesetaraan melalui topeng yang menyamarkan identitas, maka jaranan menampilkan harmoni melalui gerak, irama, dan kekompakan para pemainnya.<\/p>\n<p>Setidaknya 15 grup kesenian jaranan dari Kecamatan Sekincau, Way Tenong, dan Air Hitam turut ambil bagian dalam kegiatan ini.<\/p>\n<p>Ribuan warga dari berbagai wilayah memadati lokasi, larut dalam suasana yang tidak hanya meriah, tetapi juga memiliki kehangatan sosial.<\/p>\n<p>Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa rangkaian budaya dari sekura hingga jaranan merupakan kekuatan besar dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.<\/p>\n<p>\u201cAtas nama Pemerintah Daerah Lampung Barat, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kebudayaan harus kita jaga dan lestarikan karena merupakan salah satu alat pemersatu bangsa,\u201d ujar Parosil.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa sekura dan jaranan bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan media sosial yang efektif dalam membangun komunikasi, mempererat hubungan, serta menumbuhkan rasa saling menghargai di tengah perbedaan suku, budaya, dan agama.<\/p>\n<p>\u201cMulai dari sekura sejak 1 hingga 7 Syawal, hingga hari ini jaranan di 8 Syawal, semuanya menjadi rangkaian yang memperkuat silaturahmi. Ini adalah bukti bahwa budaya bisa menjadi alat pemersatu dan penjaga harmoni masyarakat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Menurut Bupati Parosil, tingginya antusiasme masyarakat menjadi cerminan bahwa nilai-nilai budaya masih hidup dan relevan hingga saat ini di tengah gempuran kecanggihan tekhnologi digital.<\/p>\n<p>Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikan tradisi sebagai warisan sekaligus fondasi dalam membangun kebersamaan.<\/p>\n<p>&#8220;Semangat yang tertinggal bukan hanya kegembiraan, tetapi juga kesadaran bahwa di balik setiap gerak tari dan irama musik, terdapat nilai luhur yang terus menyatukan masyarakat Lampung Barat dalam bingkai keberagaman,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DISKOMINFO, LAMPUNG BARAT \u2013 Denting gamelan bertalu mengiringi gerak lincah para penari jaranan di Pekon Tambak Jaya, Kecamatan Way Tenong pada Sabtu (28\/03\/2026). Di tengah riuh tepuk tangan masyarakat, perayaan budaya itu tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kesinambungan tradisi dan eratnya persatuan. Kemeriahan Ajang Silaturahmi Kesenian Jaranan 1447 Hijriyah\/2026 Masehi ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9676,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[66,12],"tags":[],"class_list":["post-9675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kebudayaan-all-post","category-pemerintah","et-has-post-format-content","et_post_format-et-post-format-standard"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9675"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9675\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9677,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9675\/revisions\/9677"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}