{"id":7720,"date":"2025-08-11T11:09:18","date_gmt":"2025-08-11T04:09:18","guid":{"rendered":"https:\/\/lampungbaratkab.go.id\/home\/?p=7720"},"modified":"2025-08-11T11:09:18","modified_gmt":"2025-08-11T04:09:18","slug":"tegas-parosil-mabsus-larang-pengibaran-bendera-one-piece-di-lampung-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/2025\/08\/11\/tegas-parosil-mabsus-larang-pengibaran-bendera-one-piece-di-lampung-barat\/","title":{"rendered":"Tegas, Parosil Mabsus Larang Pengibaran Bendera One Piece di Lampung Barat"},"content":{"rendered":"<p>Viralnya aksi sebagian masyarakat di media sosial (Medsos) yang mengibarkan bendera bajak laut dari serial one piece di bawah Bendera Merah Putih jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) memicu respons dari pemerintah tidak terkecuali Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Senin 11 Agustus 2025.<\/p>\n<p>Aksi ini dimulai saat pemerintah mengeluarkan imbauan agar masyarakat memasang bendera merah-putih sepanjang Agustus. Pengibaran bendera\u00a0One Piece\u00a0ini disebut sebagai ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah.<\/p>\n<p>Sebagai Kepala Daerah Parosil Mabsus menanggapi gerakan pengibaran bendera\u00a0One Piece menjelang hari kemerdekaan RI khususnya di Lampung Barat. Ia berpandangan tindakan ini sebagai upaya memecah belah persatuan dan provokasi.<\/p>\n<p>Menurut Parosil Mabsus, tindakan tersebut dinilai mencederai kehormatan simbol negara dan memicu kekhawatiran akan melemahnya penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.<\/p>\n<p>Parosil Mabsus menilai aksi pengibaran bendera\u00a0One Piece\u00a0ini bergerak secara sistematis. Beliau berpendapat saat ini tidak sedikit kelompok yang menginginkan terjadinya kemunduran bagi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, Parosil Mabsus menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dalam menegakkan dan menjaga bendera merah putih sebagai simbol harga diri dan kedaulatan bangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Bayangkan, para pahlawan kita dulu bukan hanya menegakkan bendera. Nyawa pun mereka korbankan, harta mereka serahkan. Mereka berperang di hutan, berjalan dalam kelaparan, bahkan ada yang berhari-hari tanpa makan. Hari ini, kita hanya diminta mengibarkan merah putih. Masa iya kita lupa dengan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia?,&#8221; kata Parosil Mabsus pada saat memberi arahan kepada jajarannya beberapa waktu lalu di halaman Kantor Bupati setempat.<\/p>\n<p>Parosil mengingatkan bahwa usia kemerdekaan RI yang kini memasuki 80 tahun bukanlah usia muda. Bangsa ini sudah cukup matang untuk memperkuat rasa nasionalisme, patriotisme, dan kecintaan terhadap tanah air.<\/p>\n<p>&#8220;Tantangan hari ini bukan sekadar bicara soal bendera, tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan dengan semangat perjuangan dan karya nyata,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut HUT ke-80 RI dengan penuh kebanggaan, menjaga persatuan, serta menghormati simbol-simbol negara sebagai warisan berharga para pejuang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Viralnya aksi sebagian masyarakat di media sosial (Medsos) yang mengibarkan bendera bajak laut dari serial one piece di bawah Bendera Merah Putih jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) memicu respons dari pemerintah tidak terkecuali Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Senin 11 Agustus 2025. Aksi ini dimulai saat pemerintah mengeluarkan imbauan agar masyarakat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7721,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1,12],"tags":[],"class_list":["post-7720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-all-post","category-pemerintah","et-has-post-format-content","et_post_format-et-post-format-standard"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7720"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7722,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7720\/revisions\/7722"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}