{"id":11328,"date":"2026-10-29T17:20:14","date_gmt":"2026-10-29T10:20:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/?p=11328"},"modified":"2026-10-29T17:20:14","modified_gmt":"2026-10-29T10:20:14","slug":"buka-liga-santri-pcnu-cup-2026-bupati-parosil-santri-bukan-hanya-ngaji-membangun-itu-soal-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/2026\/10\/29\/buka-liga-santri-pcnu-cup-2026-bupati-parosil-santri-bukan-hanya-ngaji-membangun-itu-soal-hati\/","title":{"rendered":"Buka Liga Santri PCNU CUP 2026, Bupati Parosil : Santri Bukan Hanya Ngaji, Membangun Itu Soal Hati"},"content":{"rendered":"<p>Diskominfo Lampung Barat &#8211; Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka Turnamen Futsal Santri PCNU Lampung Barat CUP 2026 di Lapangan YPI Roudlotus Sholihin, Gunung Terang,<\/p>\n<p>Kecamatan Air Hitam, Kamis (29\/10).<\/p>\n<p>Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri tersebut diikuti 63 tim yang berasal dari seluruh pondok pesantren dan yayasan se-Lampung Barat.<\/p>\n<p>Ketua Pelaksana, Santoni mengatakan, turnamen ini sengaja digelar bukan hanya sebagai kompetisi olahraga, melainkan sebagai wadah silaturahmi seluruh pesantren.<\/p>\n<p>&#8220;Tujuannya sebagai ajang silaturahmi seluruh pesantren yang ada di Lampung Barat,&#8221; kata Santoni.<\/p>\n<p>Bupati Lampung Barat menegaskan, kehadirannya adalah bentuk komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya di kalangan santri.<\/p>\n<p>&#8220;Mudah-mudahan kehadiran saya akan memberikan semangat untuk anak-anak dan panitia khususnya. Karena hadirnya pemerintah kalau ada kegiatan itu pasti panitianya senang. Paling tidak akan menjadi motivasi,&#8221; ujar Parosil.<\/p>\n<p>Menurutnya, yang paling penting adalah pemerintah harus hadir dan menjawab kehadiran di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Apa yang dilakukan teman-teman santri dan pondok pesantren hari ini merupakan harapan pemerintah daerah,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Parosil menyampaikan pesan yang cukup tajam tentang makna pembangunan. Ia menyebut membangun tidak hanya soal memperbaiki jalan.<\/p>\n<p>&#8220;Membangun itu bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi membangun itu adalah hati dan diri kita. Kalau hati kita, pikiran kita jelek, susah juga, cuman adanya praduga-praduga saja,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menilai olahraga seperti futsal menjadi media untuk membangun karakter tersebut, terutama sportivitas. Namun, sportivitas itu tidak hanya dituntut dari pemain, melainkan juga dari panitia dan wasit.<\/p>\n<p>&#8220;Harapan saya, karena ini baru pertama kalinya dilaksanakan, panitia bisa melaksanakannya dengan baik. Tidak ada kecenderungan ke tuan rumah, tapi semua diperlakukan dengan sistem dan aturan yang sama,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Wasit juga harus memperlakukan hal yang serupa. Termasuk tim, kalau mau menang semuanya pasti ingin menang, tetapi yang paling utama adalah silaturahmi,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Parosil mengatakan turnamen ini menjadi pembuktian bahwa santri tidak hanya identik dengan mengaji.<\/p>\n<p>&#8220;Yang paling penting mempromosikan bahwa santri itu bukan hanya ngaji, tetapi urusan-urusan sosial, urusan olahraga juga diberikan perhatian,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia mengaku bangga dengan kesiapan tuan rumah. Menurutnya, tidak semua pondok siap menjadi tuan rumah kegiatan sebesar ini.<\/p>\n<p>Dengan dibukanya liga Santri PCNU CUP 2026 ini, Parosil berharap menjadi titik awal penguatan peran santri dalam pembangunan karakter dan kebersamaan di Lampung Barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diskominfo Lampung Barat &#8211; Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka Turnamen Futsal Santri PCNU Lampung Barat CUP 2026 di Lapangan YPI Roudlotus Sholihin, Gunung Terang, Kecamatan Air Hitam, Kamis (29\/10). Turnamen yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri tersebut diikuti 63 tim yang berasal dari seluruh pondok pesantren dan yayasan se-Lampung Barat. Ketua Pelaksana, Santoni [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11329,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[12,19],"tags":[],"class_list":["post-11328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintah","category-pendidikan","et-has-post-format-content","et_post_format-et-post-format-standard"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11328"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11328\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11330,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11328\/revisions\/11330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}