{"id":10822,"date":"2026-09-01T14:55:58","date_gmt":"2026-09-01T07:55:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/?p=10822"},"modified":"2026-09-01T21:57:18","modified_gmt":"2026-09-01T14:57:18","slug":"dihadiri-15-kabupaten-kota-se-lampung-bupati-parosil-buka-festival-kreasi-gtk-ditandai-pemukulan-gamolan-pekhing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/2026\/09\/01\/dihadiri-15-kabupaten-kota-se-lampung-bupati-parosil-buka-festival-kreasi-gtk-ditandai-pemukulan-gamolan-pekhing\/","title":{"rendered":"Dihadiri 15 Kabupaten Kota Se-Lampung, Bupati Parosil Buka Festival Kreasi GTK Ditandai Pemukulan Gamolan Pekhing"},"content":{"rendered":"<p>Diskominfo, Lampung Barat &#8212; Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se-Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dipusatkan di GOR Aji Saka, Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (1\/9\/2026).<\/p>\n<p>Pembukaan Festival KREASI GTK tersebut ditandai dengan pemukulan gamolan pekhing, alat musik tradisional khas Lampung.<\/p>\n<p>Festival yang berlangsung selama empat hari, mulai 31 Agustus hingga 3 September 2026, diikuti perwakilan guru dan tenaga kependidikan dari 15 kabupaten\/kota se-Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Mengusung tema \u201cPembelajaran Mendalam Berakar Budaya\u201d, Festival KREASI GTK menjadi wadah bagi para guru dan tenaga kependidikan untuk berbagi gagasan, inovasi, kreativitas, serta praktik baik dalam dunia pendidikan.<\/p>\n<p>Festival KREASI GTK tidak hanya diisi dengan forum diskusi dan berbagi pengalaman, tetapi juga menghadirkan bazar serta pameran karya dari 15 kabupaten\/kota se-Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Berbagai karya yang ditampilkan meliputi inovasi pembelajaran, produk unggulan sekolah hingga kerajinan tangan.<\/p>\n<p>Para peserta juga mengikuti talk show inovatif yang menghadirkan guru dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pembelajaran.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan lainnya meliputi berbagai perlombaan, kegiatan senam Anak Indonesia Hebat bersama Yayasan Jantung Indonesia, serta pengumuman dan pemberian penghargaan kepada peserta.<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut juga dilakukan soft launching Unit Layanan Disabilitas Akomodasi yang Layak (ULD AYL) yang ditandai dengan penekanan tombol secara bersama-sama.<\/p>\n<p>Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, M.A., Ph.D., yang mewakili Mendikdasmen Abdul Mu&#8217;ti.<\/p>\n<p>Turut hadir Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Arif Jamali, S.Pd., M.Pd., Kepala BGTK Lampung Hendra Apriawan, S.T., Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK, Ketua IKAD, Ketua organisasi wanita, Sekretaris Daerah, para staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, camat, serta kepala sekolah jenjang PAUD, SD\/MI, SMP\/MTs dan SMA\/SMK\/MA se-Kabupaten Lampung Barat.<\/p>\n<p>Bupati Lampung, Barat Parosil Mabsus, mengatakan Festival KREASI GTK menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarinstansi pendidikan di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>Menurutnya, pola pendidikan tidak dapat diseragamkan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Setiap wilayah memiliki budaya, karakter masyarakat dan kondisi lingkungan yang berbeda sehingga perlu menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana kita melakukan sinergi antarinstansi pendidikan di Lampung. Tidak bisa disamakan satu daerah dengan daerah yang lain, terutama dalam budaya pendidikannya. Festival ini menjadi salah satu wadah untuk kita berkolaborasi,\u201d kata Parosil.<\/p>\n<p>Ia berharap pelaksanaan Festival KREASI GTK dapat membawa suasana baru bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Lampung Barat.<\/p>\n<p>Parosil menilai pembelajaran perlu terus dikembangkan agar lebih menyenangkan, kreatif dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.<\/p>\n<p>Selain penguatan pembelajaran, menurut Parosil, pemerintah daerah juga harus memastikan program pendidikan yang dijalankan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam rangkaian Festival KREASI GTK, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menyerahkan seragam sekolah gratis kepada siswa tingkat SD\/MI dan SMP\/MTs di Kecamatan Balik Bukitt sebanyak 1.998 penerima.<\/p>\n<p>Selain program seragam gratis, Pemkab Lampung Barat juga telah menggulirkan sejumlah program beasiswa, termasuk beasiswa kedokteran, seni budaya dan bidang lainnya.<\/p>\n<p>Menurut Parosil, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan evaluasi untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.<\/p>\n<p>\u201cSaya siap dikritik jika program yang digulirkan pemerintah tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, mengatakan transformasi pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah. Perubahan harus dapat dirasakan langsung oleh peserta didik di dalam ruang kelas.<\/p>\n<p>Menurutnya, guru memiliki posisi penting dalam menentukan pengalaman belajar yang diterima siswa.<\/p>\n<p>\u201cKita membutuhkan guru yang kreatif dalam merancang pembelajaran sekaligus menanamkan karakter untuk kemajuan siswa,\u201d ujar Maila.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi guru maupun peserta didik.<\/p>\n<p>Maila mengatakan perlindungan terhadap guru perlu diperkuat agar pendidik dapat menjalankan tugas secara profesional, termasuk ketika melakukan pendisiplinan di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>\u201cSemangat KREASI ini bertemu dengan tema perlindungan guru. Kita ingin guru terlindungi dalam melakukan pendisiplinan di kelas. Arah kebijakan perlindungan hukum bagi guru ini perlu diterjemahkan untuk melindungi guru kita,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Maila juga mencontohkan perjalanan Parosil Mabsus yang pernah menjadi seorang murid sebelum akhirnya menjadi kepala daerah.<\/p>\n<p>\u201cPak Bupati hari ini dulunya adalah murid dan kemudian menjadi bupati berkat guru. Ini menunjukkan bahwa satu kesempatan yang diberikan kepada siswa bisa mengubah hidupnya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Kepala BGTK Lampung Hendra Apriawan mengatakan Festival KREASI GTK bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi para pendidik.<\/p>\n<p>\u201cKami hadir bukan seremoni, tetapi untuk menguatkan barisan. Kami meyakini tugas kami bukan tugas yang mudah. Mendidik generasi muda adalah sesuatu yang harus dipersiapkan sebaik mungkin,\u201d kata Hendra.<\/p>\n<p>Ia berharap festival tersebut dapat menjadi ruang untuk menemukan gagasan dan semangat baru dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di Provinsi Lampung.<\/p>\n<p>\u201cKita masih banyak pekerjaan rumah di Provinsi Lampung yang harus kita selesaikan. Mudah-mudahan momen ini menjadi momentum bagi kita untuk terus berkolaborasi dan bersinergi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diskominfo, Lampung Barat &#8212; Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) se-Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dipusatkan di GOR Aji Saka, Kawasan Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (1\/9\/2026). Pembukaan Festival KREASI GTK tersebut ditandai dengan pemukulan gamolan pekhing, alat musik tradisional khas Lampung. Festival yang berlangsung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[12,19],"tags":[],"class_list":["post-10822","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pemerintah","category-pendidikan","et-doesnt-have-format-content","et_post_format-et-post-format-standard"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10822"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10822\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10823,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10822\/revisions\/10823"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.lampungbaratkab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}