Musibah kebakaran menghanguskan tiga unit rumah panggung di Pemangku Tiga Surabaya, Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta benda mereka.
Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Sopian (65), seorang pensiunan PNS, Kriston Riyadi (50), seorang PNS, serta Tamhudi (65), juga pensiunan PNS.
Dua rumah milik Sopian dan Kriston habis terbakar tanpa sisa, sementara rumah Tamhudi mengalami kerusakan cukup parah di bagian dinding.
Menurut keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari dapur rumah Sopian. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menjalar ke rumah di sebelah kiri dan kanan.
Material rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api begitu cepat melahap bangunan.
Saat kejadian, ketiga rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang mudik dan berwisata.
Upaya pemadaman berlangsung dramatis selama dua jam. Empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Lampung Barat dikerahkan, dibantu personel BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, aparat pekon, serta masyarakat setempat.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Meski demikian, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Rumah Sopian dan Kriston masing-masing ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp450 juta, sementara kerusakan rumah Tamhudi diperkirakan mencapai Rp125 juta.
Sehari setelah kejadian, Selasa (24/3/2026), Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, turun langsung ke lokasi untuk menemui para korban.
Kehadiran orang nomor satu di Lampung Barat itu membawa harapan sekaligus penguatan bagi keluarga yang tengah dirundung duka.
Dalam nuansa haru, Parosil menyampaikan belasungkawa mendalam.
Ia berusaha menguatkan keluarga korban agar tetap tabah menghadapi cobaan ini.
“Kami turut berbela sungkawa dan berduka cita. Di tengah kebahagiaan, justru datang musibah. Semoga keluarga yang terkena musibah diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran,” ujarnya dengan empati.
Parosil juga menyerahkan bantuan awal kepada korban. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah, meskipun nilainya mungkin tidak sebanding dengan kerugian yang dialami.
“Jangan dilihat dari nilainya, ini adalah wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Untuk bantuan lanjutan masih kami koordinasikan dengan dinas sosial,” tambahnya.
Di akhir kunjungannya, Parosil mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama sebelum meninggalkan rumah.
“Mari kita lebih berhati-hati. Pastikan kompor, listrik, dan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran sudah dalam kondisi aman sebelum bepergian,” pesannya.