DISKOMINFO LAMPUNG BARAT – Bupati Lampung Barat (Lambar), Provinsi Lampung, Parosil Mabsus mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya Pesta Sekura Cakak Buah yang digelar setiap awal Syawal, usai Hari Raya Idulfitri.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Pesta Sekura di Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, Minggu (22/03/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, Sekretaris Daerah Lampung Barat Drs. Nukman, jajaran perangkat daerah, para camat, serta peratin.

Bupati Parosil Mabsus menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi Sekura dengan cara yang positif dan penuh makna, serta tidak ternodai oleh hal-hal negatif.

“Pesan saya kepada masyarakat Lampung Barat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ini dengan memeriahkannya secara positif,” ujarnya.

Menurutnya, secara filosofi, Pesta Sekura Cakak Buah mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong dan kebersamaan antar masyarakat, yang menjadi fondasi penting dalam membangun Lampung Barat ke arah yang lebih baik.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bergerak bersama, saling mendukung, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

“Semua lapisan masyarakat harus bergerak bersama, saling mendukung, dan berpartisipasi dalam mewujudkan kemajuan daerah ini,” katanya.

Bupati yang akrab disapa Pakcik itu turut memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana serta masyarakat, khususnya generasi muda muli mekhanai, yang masih berkomitmen menjaga eksistensi tradisi Sekura di tengah perkembangan zaman.

“Semoga tanggung jawab terhadap budaya ini terus berlanjut. Kita ingin Sekura benar-benar membumi dan menjadi tradisi yang mengakar kuat di Lampung Barat,” jelasnya.

“Semua masyarakat sudah mengenal Sekura, tinggal bagaimana dukungan dari seluruh lapisan untuk terus menjaganya,” tambahnya”.

Ia menambahkan, di era modern saat ini tidak semua orang memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.

Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi masyarakat Muara Jaya II yang masih konsisten merawat tradisi tersebut.

“Saya apresiasi muli mekhanai di sini yang masih berkenan menjaga eksistensi budaya ini. Ke depan, setiap pelaksanaan event perlu dilakukan evaluasi agar lebih baik lagi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Parosil Mabsus menegaskan bahwa Sekura merupakan tradisi unik khas Lampung Barat yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga harus terus dijaga dan dibanggakan.

“Sekura adalah tradisi unik yang hanya dimiliki oleh Lampung Barat. Mari kita banggakan dan lestarikan agar tetap beradab dan penuh nilai-nilai luhur,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Pesta Sekura Cakak Buah bukan sekadar hiburan, melainkan sarana menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, serta mempererat kebersamaan masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Bupati mengingatkan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap menjaga marwah adat dan budaya, serta menghindari hal-hal yang tidak pantas.

“Pesan penting lainnya adalah agar kegiatan ini tidak menghadirkan hal-hal negatif, seperti lagu-lagu atau perilaku yang kurang pantas. Mari kita jaga marwah adat dan budaya Lampung Barat di setiap pekon dan kegiatan,” pungkasnya.