Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) tingkat Kecamatan. Penyusunan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) kali ini dengan wajah baru yakni mengadopsi konsep Hybrid (penggabungan tatap muka dan daring).
Kegiatan tahunan tersebut diikuti 14 Kecamatan secara Hybrid dan dipusatkan di Balai Pekon Karang Agung, Kecamatan Way Tenong, Rabu (04/02/2026. Dibuka langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), Sekretaris Daerah (SEKDA) Nukman, Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah dan lapisan masyarakat.
Bupati Lampung Barat mengakau pihaknya melakukan kegiatan Musrenbang secara Hybrid adalah karena efisiensi anggaran dan efektivitas waktu, namun kendati dilakukan secara Zoom Parosil Mabsus berharap tidak mengurangi esensi maupun nilai manfaat dari setiap aspirasi yang diusulkan lapisan masyarakat.
“Pola ini diterapkan sebagai langkah efisiensi dan efektivitas anggaran serta waktu, tanpa mengurangi esensi Musrenbang sebagai ruang penyerapan aspirasi masyarakat,” kata Parosil Mabsus.
Parosil Mabsus meminta, meskipun dilakukan secara Hybrid namun seluruh tahapan Musrenbang harus tetap mengacu pada petunjuk dan ketentuan yang berlaku, termasuk rekapitulasi hasil Musrenbang yang telah dilakukan mulai dari tingkat pekon hingga kecamatan.
“Apa yang diusulkan masyarakat dari tingkat pekon hingga kecamatan itulah yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan daerah,” kata Parosil Mabsu.
Dari banyaknya usulan prioritas tingkat Kecamatan, Infrastruktur menjadi dominasi usulan warga. Parosil Mabsus berkomitmen ditahun 2027 infrastruktur menuju lokasi pendidikan akan menjadi skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat.
“Di Lampung Barat tidak boleh ada anak sekolah yang sulit aksesnya untuk menuju sekolah. Jadi ke depan 2027 ruas-ruas jalan yang menuju tempat pendidikan harus menjadi skala prioritas,” kata dia.
Parosil Mabsus juga menyoroti kondisi Pemerintah Daerah yang saat ini mengalami efisiensi anggaran, ia mengajak kepada seluruh Perangkat Daerah agar bersama-sama mencari peluang yang dapat menambah pendapatan daerah.
“Saya berharap, sekarang bagaimana caranya kita bersama-sama mencari peluang apa yang bisa kita lakukan untuk menambah pendapatan daerah. Tidak boleh lagi berpikir bagaimana cara menghabiskan anggaran, tetapi bagaimana caranya kita mendapatkan anggaran dan dan menggali anggaran,” papar Parosil Mabsus.
“Kita tidak boleh berdiam diri dengan kondisi seperti ini,” pungkasnya.