DISKOMINFO, LAMPUNG BARAT – Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Barat, Drs. Nukman, MM., menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar tidak ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi oleh anak-anak di sekolah.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa 2, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (3/2/2026).

SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa 2 yang berlokasi di Jl. Gajah Mada, Perumahan Seranggas Permai No. 99 Seranggas, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, resmi beroperasi di bawah naungan Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP).

Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekda Lampung Barat, dilanjutkan dengan peninjauan langsung fasilitas dapur SPPG.

Acara grand launching turut disaksikan perwakilan Forkopimda, perangkat daerah Lampung Barat, Ketua SPPG Lampung Barat Drs. Ahmad Hikami yang juga menjabat sebagai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Camat Balik Bukit, serta para perwakilan guru di wilayah setempat.

Dalam sambutannya, Nukman menekankan bahwa SPPG merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga kualitas makanan harus benar-benar dijaga.

“Makanan yang disajikan harus berkualitas. Jangan sampai lengah dari apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab. Beberapa waktu lalu sempat beredar di media sosial adanya SPPG yang menyajikan makanan berulat dan tidak layak konsumsi. Jangan sampai hal seperti ini terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengawalan dan pengawasan harus dilakukan secara ketat agar tujuan program MBG benar-benar tercapai.

“Jangan sampai anak di sekolah menemukan makanan tidak layak konsumsi. SPPG harus memastikan makanan higienis, berkualitas, dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah,” lanjut Nukman.

SPPG Pasar Liwa 2 merupakan SPPG kelima yang beroperasi di wilayah Kecamatan Balik Bukit dan diharapkan dapat menjangkau pelayanan MBG bagi siswa dan siswi yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Dengan diresmikannya dapur SPPG ini, capaian SPPG di Kabupaten Lampung Barat terus bertambah.

“Saat ini SPPG yang sudah beroperasi berjumlah 18 dari target 29 SPPG. Ini menunjukkan komitmen kita dalam menyukseskan program nasional hingga ke daerah,” ujarnya.

Selain berdampak pada peningkatan gizi anak, Nukman berharap keberadaan dapur SPPG juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Adanya SPPG ini diharapkan membuka lapangan kerja baru, memanfaatkan bahan baku lokal, dan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat,” kata dia.

Menurutnya, Program MBG bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Lampung Barat.

“Ini adalah upaya memastikan setiap anak tumbuh sehat, belajar dengan semangat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Secara nasional, program MBG juga menjadi langkah strategis percepatan penurunan stunting dan penyiapan Generasi Emas 2045,” pungkas Nukman.