• 0728-21345
  • 13 Jul 20 21:59 PM

Tradisi Sekura, Pesta Topeng dari Lampung Barat

Adat budaya dari Lampung Barat yang mengedepankan nilai-nilai luhur masyarakat lampung yang penuh nilai gotong-royong. Digelar tiap hari besar seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Konon tradisi ini berasal dari medan perang saudara dan asimilasi budaya Hindu dan Islam.

Apabila kita berkunjung ke daerah Lampung Barat di minggu pertama Lebaran, kita bisa menyaksikan sebuah pesta rakyat yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat. Pada pesta itu, perhatian kita akan dicuri oleh orang-orang bertopeng yang memeriahkan perhelatan tersebut. Rupanya, topeng-topeng tersebut memang telah menjadi ciri khas pertunjukan yang diselenggarakan secara turun-temurun oleh masyarakat Lampung pesisir barat Sumatra, tradisi Sekura

Sekura Betik dan Sekura Kamak
Kata Sekura berasal dari kata sakhuka yang berarti “penutup wajah atau penutup muka” dalam bahasa setempat. Dengan begitu, sekura sendiri dapat berarti topeng. Konon, topeng ini sudah dikenakan sejak zaman dulu sebagai salah satu perlengkapan ketika perang saudara. Karena lawan tandingnya adalah kerabat sendiri, orang-orang masa lampau mengenakan topeng untuk menyembunyikan wajah sekaligus menghilangkan rasa ragu saat akan menghabisi lawan. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa tradisi ini adalah hasil asimilasi dari kebudayaan Hindu dengan kebudayaan Islam di Lampung.

Kini, tradisi Sekura diselenggarakan oleh masyarakat Lampung sebagai ajang untuk mempererat persaudaraan, dan tentu saja, melestarikan warisan budaya. Bagi masyarakat setempat, tradisi ini memiliki filosofi yang mencerminkan identitas budaya mereka. Selain itu, ia juga menjadi sebuah perayaan yang sifatnya menghibur. Salah satu nilai yang tercermin dari penyelenggaraan tradisi ini adalah kekeluargaan dan gotong royong.

Para peserta mengenakan busana dan topeng yang beraneka rupa. Pada dasarnya, jenis sekura dapat dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu sekura betik dan sekura kamak. Sekura betik mengenakan kostum yang bersih dan indah, bisa menggunakan topeng kain miwang dan kacamata. Sementara itu, sekura kamak mengenakan kostum yang kotor, aneh, dan topeng yang biasanya terbuat dari kayu.

Penyelenggaraan tradisi sekura dilakukan secara bergantian dari satu desa ke desa lain. Biasanya, tradisi ini diselenggarakan saat ada momen-momen khusus, seperti Idulfitri, Idul Adha atau perayaan lainnya. Para peserta melakukan arak-arakan keliling yang dilanjutkan bermacam atraksi tradisional lainnya, seperti berpantun dan panjat pinang. Kini, ia pun telah menjadi salah satu ikon Lampung Barat

Sumber : https://pesona.travel/ (Tradisi Sekura, Pesta Topeng dari Lampung Barat)

Info Terbaru

Agenda Kegiatan

Acara Pemilihan Muli Mekhanai

Hari/Tanggal : Selasa, 24 Maret... (24 Maret 2020)

Acara Celugam Nyambai festival 2020

Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret... (21 Maret 2020)

Safari Jumat

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret... (13 Maret 2020)

Pengajian Sido Makmur

Hari/Tanggal : Minggu, 22 Maret... (22 Maret 2020)

Senam Bersama

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret... (13 Maret 2020)

Harga Sembako

No Nama Satuan Harga
1 Gula Putih Kg Rp. 13.000,-
2 Beras Putih Kg Rp. 11.000,-

Lokasi Strategis

Wisata Lumbok Seminung Lampung Barat

Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Danau Suoh Lampung Barat

Suka Marga, Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin Lampung Barat

Jl. Lintas Liwa - Bandar Lampung, Sekuting, Pekon Watas, Watas, Balik Bukit,...

Kantorpos Liwa

Jl. Raden Intan, Pasar Liwa, Balik Bukit, Sukamenanti, Way Mengaku, Balik...

Masjid Baiturrahim, Lampung Barat

Way Mengaku, Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Statistik Pengunjung

Pengunjung
Total Pengunjung : 628629
Pengunjung Hari Ini : 772
Kemarin : 588
Minggu Ini : 5893
Minggu Kemarin : 5733
Bulan Ini : 9857
Bulan Kemarin : 22169