• 0728-21345
  • 13 Jul 20 22:06 PM

Mengenal Kerajaan Sekala Brak Sebagai Asal Usul Ulun Lampung

Perlu kita ketahui bersama bahwa, Kerajaan Skala Brak sampai pada saat ini dipercaya sebagai salah satu asal usul ulun Lampung (orang Lampung). Kerajaan ini memiliki banyak penyebutan, ada sebagian menyebutnya “Sekala Bekhak”, “Sakala Bhra”, “Sekala Beghak”, atau “Segara Brak”.

Meskipun demikian, semua penyebutan tersebut merujuk ke sebuah masyarakat yang didirikan Suku Tumi pada abad ke-3 Masehi yang berpusat tepatnya di lereng Gunung Pesagi, dekat Danau Ranau, Lampung Barat.

Skala Brak kemudian menyebar ke setiap penjuru dengan mengikuti aliran way (sungai), dari Way Komering, Way Kanan, Way Semangka, Way Seputih, Way Sekampung, dan Way Tulang Bawang beserta anak sungainya. Hal ini membuat komunitas ini menyebara hingga ke Palembang, bahkan Pantai Banten.

Pada awalnya, kerajaan Skala Brak dan masyarakat Suku Tumi menganut ajaran nenek moyang sebelum berinteraksi dan akhirnya menjadi penganut agama Hindu yang masuk ke Lampung sejak abad ke-1 Masehi. Kerajaan ini bertahan sangat lama hingga pada abad ke-16. Di masa itu, datanglah empat Pangeran dari Paguruyung yang ingin menyebarkan agama Islam.

Empat Pangeran tersebut berhasil menggulingkan Ratu Sekerumong, penguasa terakhir dari Kerajaan Skala Brak, dan mengganti konsep kerajaan Hindu dengan pemerintahan Islam yang disebut dengan Kepaksian.

Selanjutnya, wilayah Kerajaan Skala Brak dibagi menjadi empat Kepaksian sesuai dengan jumlah pangeran yang menggulingkan penguasa terakhir dari Kerajaan Skala Brak (Ratu Sekerumong) , yaitu Umpu Bejalan, Umpu Belunguh, Umpu Nyerupa, dan Umpu Pernong. Setiap Kepaksian memiliki wilayah, rakyat, dan adat istiadatnya sendiri. Namun demikian, mereka mempunyai kedudukan yang sama antar satu Umpu dengan Umpu lainnya.

Selain itu, pada masa Kerajaan Skala Brak, suku Tumi mempunyai sebuah pohon yang disucikan yaitu Belasa Kepampang. Pohon ini mempunyai dua cabang yang mengandung getah dan saling berkaitan, Cabang Nangka dan Cabang Sebukau.

Jika ada seseorang yang terkena getah Cabang Sebukau dan terkena penyakit kulit, maka obatnya adalah getah dari Cabang Nangka. Inilah yang menjadikan Belasa Kepampang disucikan dan dikeramatkan oleh suku Tumi.

Namun saat Kepaksian Skala Brak mulai berkuasa, pohon tersebut ditebang. Kayu Belasa Kepampang kemudian dibuat menjadi singgasana atau Pepadun. Selanjutnya, atas kesepakatan keempat Kepaksian, Pepadun ini disimpan dan dikeluarkan setiap ada acara penobatan pemimpin dari masing-masing Kepaksian.

Sumber : https://pesona.travel - Kepaksian Sekala Brak, Asal Usul Warga Lampung

Info Terbaru

Agenda Kegiatan

Acara Pemilihan Muli Mekhanai

Hari/Tanggal : Selasa, 24 Maret... (24 Maret 2020)

Acara Celugam Nyambai festival 2020

Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret... (21 Maret 2020)

Safari Jumat

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret... (13 Maret 2020)

Pengajian Sido Makmur

Hari/Tanggal : Minggu, 22 Maret... (22 Maret 2020)

Senam Bersama

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret... (13 Maret 2020)

Harga Sembako

No Nama Satuan Harga
1 Gula Putih Kg Rp. 13.000,-
2 Beras Putih Kg Rp. 11.000,-

Lokasi Strategis

Wisata Lumbok Seminung Lampung Barat

Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Danau Suoh Lampung Barat

Suka Marga, Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin Lampung Barat

Jl. Lintas Liwa - Bandar Lampung, Sekuting, Pekon Watas, Watas, Balik Bukit,...

Kantorpos Liwa

Jl. Raden Intan, Pasar Liwa, Balik Bukit, Sukamenanti, Way Mengaku, Balik...

Masjid Baiturrahim, Lampung Barat

Way Mengaku, Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Statistik Pengunjung

Pengunjung
Total Pengunjung : 628633
Pengunjung Hari Ini : 776
Kemarin : 588
Minggu Ini : 5897
Minggu Kemarin : 5733
Bulan Ini : 9861
Bulan Kemarin : 22169