• 0728-21345
  • 15 Aug 20 08:22 AM

Melestarikan Tradisi Ngelemang

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengajak untuk melestarikan penganan lokal seperti lemang yang merupakan kuliner tradisional khas Lampung Barat. Makanan tersebut biasa disajikan pada saat-saat istimewa, seperti acara pernikahan, hari raya, dan lainnya.

Bupati Parosil menuturkan suguhan lemang dan secangkir kopi robusta menjadi menu utama para tamu dan sanak keluarga yang bersilaturahim. Panganan bakar yang gurih perpaduan ketan dan santan ini wajib dinikmati bila berkunjung ke Lampung Barat.

Bagi masyarakat Lampung Barat, tradisi 'Ngelemang' (memasak lemang) bukan hanya sebatas pada acara masak-memasak saja. Ada makna historis dan filosofis yang terkandung di dalamnya. "Ya, melalui lemang, para leluhur mengajarkan nilai-nilai 'Beguai Jejama', budaya gotong royong dalam bermasyarakat. Sebuah media edukasi yang menarik, tepat, dan efektif. Luar biasa bukan," ujar Bupati, di Liwa, Lampung Barat,

Lemang lahir dari proses rumit dan panjang. Dalam proses produksinya, dibutuhkan kerja sama dan tenaga banyak orang. Hal itu dilakukan sejak proses awal, mulai dari mengumpulkan bambu, daun pisang, mengolah adonan, memasukkan adonan ke dalam bambu, dan diakhiri dengan proses pembakaran. Penerapan nilai gotong royong menjadi bagian penting di dalamnya.

Kini, seiring berjalan waktu, tradisi Ngelemang sudah mulai ditinggalkan. Berbagai hal menjadi penyebabnya. Modernisasi dan infiltrasi budaya asing yang menciptakan manusia hedonis dan individualistik dianggap sebagai penyebab utama oleh beberapa pihak.

Guna mengatasi hal tersebut, Pemkab Lampung Barat bersama pihak terkait terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pelestarian adat dan budaya lokal (termasuk kuliner) melalui berbagai media acara. Hal itu dilakukan sejak dini di bangku sekolah dasar, melalui pelajaran muatan lokal. Berbagai acara kebudayaaan lokal pun telah dilaksanakan. Bahkan, pemecahan Rekor MURI terkait Ngelemang pun sudah dilakukan.

Parosil Mabsus sebagai pimpinan mewajibkan staf dan jajarannya menggunakan penganan lokal (lemang, cucur, dan lainnya) sebagai suguhan pada setiap acara. "Selain melestarikan kuliner lokal, kebijakan ini juga berdampak pada keberlangsungan pelaku usahanya," ujarnya.

Sumber : https://www.republika.co.id/ (Lampung Barat Ingin Lestarikan Tradisi Ngelemang)

Info Terbaru

Agenda Kegiatan

Acara Pemilihan Muli Mekhanai

Hari/Tanggal : Selasa, 24 Maret... (24 Maret 2020)

Acara Celugam Nyambai festival 2020

Hari/Tanggal : Sabtu, 21 Maret... (21 Maret 2020)

Safari Jumat

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret... (13 Maret 2020)

Pengajian Sido Makmur

Hari/Tanggal : Minggu, 22 Maret... (22 Maret 2020)

Senam Bersama

Hari/Tanggal : Jumat, 13 Maret... (13 Maret 2020)

Harga Sembako

No Nama Satuan Harga
1 Gula Putih Kg Rp. 13.000,-
2 Beras Putih Kg Rp. 11.000,-

Lokasi Strategis

Wisata Lumbok Seminung Lampung Barat

Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Danau Suoh Lampung Barat

Suka Marga, Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Masjid Islamic Center Baitul Mukhlisin Lampung Barat

Jl. Lintas Liwa - Bandar Lampung, Sekuting, Pekon Watas, Watas, Balik Bukit,...

Kantorpos Liwa

Jl. Raden Intan, Pasar Liwa, Balik Bukit, Sukamenanti, Way Mengaku, Balik...

Masjid Baiturrahim, Lampung Barat

Way Mengaku, Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat, Lampung...

Statistik Pengunjung

Pengunjung
Total Pengunjung : 664919
Pengunjung Hari Ini : 301
Kemarin : 1230
Minggu Ini : 8077
Minggu Kemarin : 8674
Bulan Ini : 16751
Bulan Kemarin : 29396